BI Cerita Tekanan Dahsyat dari Global yang Mendera RI

Bank Indonesia (BI) melihat kondisi global saat ini berdampak sangat signifikan bagi Indonesia. Hal ini terlihat dari tekanan yang dirasakan pasar keuangan dalam negeri hingga pertumbuhan yang tumbuh tidak sesuai harapan. Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, tantangan eksternal ini seperti kembali memanasnya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Ini tidak hanya…

Details

Dolar AS Sedang Seksi, Rupiah Tak Berkutik

Baru juga kemarin (15/5/2019) menguat sebesar 0,07% di pasar spot melawan dolar AS pasca sebelumnya melemah selama 4 hari beruntun, kini rupiah justru terkapar lagi. Pada pembukaan perdagangan, rupiah melemah 0,07% ke level Rp 14.455/dolar AS. Pada pukul 08:45 WIB, pelemahan rupiah sudah bertambah dalam menjadi 0,1% ke level Rp 14.460/dolar AS. Rupiah tak melemah…

Details

Pipa Aramco Diserang, Harga Minyak Dunia Melesat

  Harga minyak mentah lanjut menguat seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Ketegangan tersebut menimbulkan kekhawatiran terjadinya disrupsi terhadap pasokan minyak mentah global. Pada perdagangan Jumat (17/5/2019), harga minyak Brent kontrak pengiriman Juli menguat hingga 0,56% ke level US$ 73,03/barel. Sementara light sweet (WTI) naik 0,75% ke level US$ 63,34/barel. Penguatan harga juga terjadi setelah Brent…

Details

Asa Damai Dagang AS-China Ternyata Masih Ada

Pasar keuangan Indonesia ditutup bervariasi pada perdagangan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 1,42% sementara nilai tukar rupiah menguat tipis 0,07% terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kemarin, IHSG berakhir merah kala sebagian besar indeks saham utama Asia justru menguat. Hang Seng naik tipis 0,02%, Shanghai Composite berambah 0,58%, dan Straits Times surplus 0,36%. Sementara rupiah…

Details

Kemarin Boleh Menguat, Hari Ini Obligasi RI akan Tertekan

Pasar obligasi diprediksi akan melemah terbatas hari ini karena semakin berseterunya Amerika Serikat-China dalam perkembangan perang dagang yang semakin hari semakin panas. Semakin mendidihnya hubungan kedua negara diperkeruh dengan adanya pernyataan Presiden Donald Trump tentang pembatasan penjualan dua perusahaan teknologi China yaitu Huawei dan ZTE Corp di AS. Maximilianus Nico Demus, Associate Director & Research…

Details

Proyeksi Ekonomi AS Anjlok, The Fed Bisa Pangkas Suku Bunga?

Salah satu indikator proyeksi pertumbuhan ekonomi bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menunjukkan penurunan tajam. Angka ini membuat ekspektasi bank sentral akan memotong suku bunga acuannya dalam delapan bulan ke depan menjadi makin kuat. Indikator GDPNow milik The Fed Atlanta yang dipantau ketat investor dan pembuat kebijakan kini menunjukkan angka pertumbuhan produk domestik bruto…

Details

Anjlok 3 Hari Beruntun, Ini Peluang Cuan Trading Pound Bisa

  Mata uang poundsterling Inggris kembali anjlok pada perdagangan Rabu (15/5/19) kemarin, isu Brexit masih menjadi penekan utama, mengabaikan data pasar tenaga kerja yang cukup kuat. Perdana Menteri Inggris, Theresa May, berencana mengajukan proposal Brexit ke-empat pada parlemen di awal Juni nanti, sebelum libur musim panas. Namun Partai Buruh selaku oposisi mengatakan tidak akan menyetujui…

Details

Geopolitik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Mulai Mendidih

Harga minyak mentah dunia masih terus menanjak akibat meningkatnya ketegangan yang terjadi di Timur Tengah. Pada perdagangan Kamis (16/5/2019) pukul 10:00 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman Juli naik hingga 0,59% ke posisi US$ 72,19/barel, setelah kemarin juga menguat 0,74%. Sementara harga minyak light sweet (WTI) yang jadi patokan pasar Amerika, untuk kontrak pengiriman Juni,…

Details

Dolar AS Perkasa, Harga Emas Terpukul

Harga emas turun dari level tertinggi satu bulan pada Selasa (Rabu pagi WIB) terpukul penguatan pasar saham dan dolar Amerika Serikat (AS) usai AS dan China sepakat melanjutkan negosiasi untuk mengakhiri perang dagang. Dilansir dari Reuters, Rabu (15/5/2019), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.295,18 per ounces, setelah menyentuh USD 1.303,26…

Details

Dolar AS Datar usai Melemah 3 Minggu dalam Pemangkasan Suku Bunga

Pasar valuta asing mengoreksi beberapa gerakan tajam pada hari Senin dalam perdagangan awal di Eropa hari Selasa, perlahan-lahan menyerap guncangan eskalasi perang perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Pada pukul 14.00 WIB, Indeks dolar AS berada di level 97,115, dengan greenback melepaskan sebagian keuntungannya terhadap euro, dan mata uang proxy risiko seperti Aussie, sembari mencabut…

Details