Usai Amblas 1% Dipicu Timur Tengah, Harga Minyak Mulai Stabil

Pergerakan harga minyak masih cenderung terbatas setelah amblas lebih dari 1%. Risiko perlambatan permintaan minyak global masih menjadi sentimen utama yang membebani harga minyak. Namun ancaman gangguan distribusi akibat konflik Timur Tengah, serta rencana Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk melanjutkan pemangkasan produksi di semester II-2019 dapat membatasi pelemahan harga. Pada perdagangan hari Selasa (18/6/2019) pukul 09:00…

Details

Penantian Sikap The Fed dan BI Bikin Rupiah Enggan Bergerak

Penantian pelaku pasar terhadap kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) dan Bank Indonesia (BI) yang akan mengumumkan kebijakan moneternya membuat Rupiah tidak banyak bergerak pada awal perdagangan Selasa (18/9/19). The Fed diramal akan memangkas suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini, yakni di bulan Juli, September, dan Desember, berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group.…

Details

Investor Wait and See, Harga Emas Tetap Tinggi

Pergerakan harga emas masih terbatas dengan kecenderungan melemah seiring dengan pengumuman penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang gemilang. Sementara risiko eskalasi perang dagang AS-China masih membuat aset-aset safe haven, termasuk emas, memiliki daya tarik bagi investor. Pada Senin (17/6/2019) pukul 10:00 WIB, harga emas kontrak pengiriman Agustus di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) turun…

Details

AS-Iran Kian Tegang, Harga Minyak Mulai Naik

Harga minyak mentah dunia masih terus merangkak naik didorong sentimen ketegangan di Timur Tengah yang semakin menjadi. Akan tetapi proyeksi pertumbuhan permintaan yang semakin lemah masih menjadi beban yang cukup berat bagi pergerakan harga si emas hitam. Pada perdaganganSenin (17/6/2019) pukul 09:00 WIB, harga minyak brent kontrak pengiriman Agustus naik 0,42% ke level US$ 62,27/barel. Sementara…

Details

Waspada, AS-India dan Timur Tengah Memanas

Pasar keuangan Indonesia bergerak variatif sepanjang pekan lalu. Pada awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai tukar rupiah, dan harga obligasi pemerintah masih menguat. Namun jelang akhir pekan malah mengendur. Sepanjang pekan lalu, IHSG menguat 0,66% secara point-to-point. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,35% dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah…

Details

Dolar AS Menyapu Bersih Asia, Tidak Ada Korban Selamat!

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Sentimen eksternal yang kurang kondusif membuat rupiah sulit menguat. Pada Senin (17/6/2019), US$ 1 setara dengan Rp 14.325 kala pembukaan pasar spot. Rupiah melemah tipis 0,03% dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Seiring perjalanan pasar, rupiah semakin lemah.…

Details