Strategi BI Jaga Rupiah Jelang Kenaikan Bunga The Fed

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) menegaskan telah menyiapkan strategi jangka pendek maupun menengah dan panjang untuk menjaga nilai tukar rupiah agar tidak terlempar jauh dari fundamentalnya pada Mei-Juni mendatang. Pada periode tersebut, Gubernur BI Agus Martowardojo memperkirakan nilai tukar rupiah akan kembali mengalami tekanan, merespons kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (Federal…

Details

Bursa Saham Jepang, Australia, dan Korsel Dibuka Melemah

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Jepang dibuka melemah pada perdagangan hari Selasa (10/4/2018) karena investor menantikan pidato Presiden China Xi Jinping dalam sebuah forum bisnis Asia di Baoao, China, di tengah perseteruan dagang negara itu dengan Amerika Serikat, dilansir dari AFP. Indeks acuan Nikkei 225 terkoreksi 0,42% menjadi 21.586,20 di sesi pembukaan perdagangan. Sementara…

Details

Wall Street Menghijau setelah AS Melunak Terhadap China

New York, CNBC Indonesia – Saham-saham Wall Street mengakhiri sesi perdagangan hari Senin (9/4/2018) di zona positif setelah Amerika Serikat (AS) melunakkan pernyataannya terhadap China. Namun, kabar Biro Investigasi Federal (FBI) yang menggeledah kantor pengacara Presiden AS Donald Trump memangkas reli Wall Street. Dow Jones Industrial Average naik 46,34 poin menjadi 23.979,10 dengan Merck dan…

Details

Hingga Tengah Hari, Rupiah Masih Menguat di Hadapan Dolar AS

Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah bergerak terhadap Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan awal pekan ini. Sentimen perang dagang yang mereda (setidaknya untuk saat ini) memberi dorongan penguatan rupiah dan mata uang Asia. Pada Senin (9/4/2018) pukul 12.00 WIB, dolar AS dibanderol di Rp 13.765. Rupiah menguat 0,04% dibandingkan penutupan akhir pekan sebelumnya.…

Details

Pasang Surut Perang Dagang Bikin Bingung Arah IHSG

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu masih tertekan. Pasang surut sentimen perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, menjadi pemicu koreksi laju IHSG di mana kedua negara masih saling balas mengenakan tarif terhadap produk-produk yang diimpor. Sentimen perang dagang tersebut tak hanya mempengaruhi kinerja bursa saham domestik, tetapi…

Details