Wait & See, Perang Dagang Bikin Pasar Obligasi Tak Bergairah

  Masih panasnya perang dagang antara Amerika Serikat-China masih membuat pelaku pasar obligasi menunggu kondisi yang lebih kondusif lagi (wait and see) untuk mengambil keputusan investasi. “Pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas [hingga akhir hari]. Kami masih merekomendasikan wait and see hari ini,” ujar Maximilianus Nico Demus, Associate Director…

Details

Mata Uang Euro Tertahan Oleh Konflik AS-China, Penurunan Suku Bunga AS Bisa Mendongkrak EURUSD

Pergerakan mata uang Euro terhadap Dolar AS terlihat sudah mampu melewati garis trend yang membentak ke arah bawah. Tetapi secara teknikal lain masih akan sulit menembus level Moving Average 50 skala harian di sekitar level harga 1,1249. Faktor utama yang menahan pergerakan pasangan EURUSD adalah naiknya ketegangan antara AS dengan China yang juga berdampak ke…

Details

Ancaman Trump Mengangkat Yen Jepang, USDJPY Menunggu Pemulihan Hubungan AS-China

Perdagangan pada pekan lalu cukup terjadi kebingungan arah pergerakan harga karena adanya penyaringan pada berita-berita utama perdagangan. Kabar paling awal dimulai oleh sikap pasar yang pesimis atas pernyataan Trump yang akan menaikkan tarif atas barang-barang China yang masuk ke AS menjadi sebesar 25 persen dari sebelumnya 10 persen. Hal ini dilakukan karena Amerika Serikat menilai…

Details

Perang Dagang Masuk Ronde 2, Harga CPO Malah Menguat

Setelah empat hari berturut-turut melemah, harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) balik menguat. Rencana pemerintah China untuk memberlakukan tarif pada produk kedelai Amerika Serikat (AS) tampaknya menjadi sentimen yang memberikan pijakan pada CPO. Pada perdagangan Selasa (14/5/2019) pukul 10:30 WIB, harga CPO kontrak pengiriman Juli di bursa Malaysia Derivatives Exchange menguat 0,55% ke posisi…

Details

Mulai Jenuh Dengan Perang Dagang, Harga Minyak Balik Menguat

Harga minyak mentah dunia kembali menguat setelah amblas cukup dalam akibat sentimen perang dagang Amerika Serikat (AS)- China. Pada perdagangan Selasa (14/5/2019) pukul 08:30 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman Juli menguat 0,11% menjadi US$ 70,31/barel, setelah terkoreksi 0,55% kemarin (13/5/2019). Adapun harga light sweet (WTI) kontrak pengiriman Juni naik 0,20% ke level US$…

Details