Proyeksi Ekonomi AS Anjlok, The Fed Bisa Pangkas Suku Bunga?

Salah satu indikator proyeksi pertumbuhan ekonomi bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menunjukkan penurunan tajam. Angka ini membuat ekspektasi bank sentral akan memotong suku bunga acuannya dalam delapan bulan ke depan menjadi makin kuat. Indikator GDPNow milik The Fed Atlanta yang dipantau ketat investor dan pembuat kebijakan kini menunjukkan angka pertumbuhan produk domestik bruto…

Details

Anjlok 3 Hari Beruntun, Ini Peluang Cuan Trading Pound Bisa

  Mata uang poundsterling Inggris kembali anjlok pada perdagangan Rabu (15/5/19) kemarin, isu Brexit masih menjadi penekan utama, mengabaikan data pasar tenaga kerja yang cukup kuat. Perdana Menteri Inggris, Theresa May, berencana mengajukan proposal Brexit ke-empat pada parlemen di awal Juni nanti, sebelum libur musim panas. Namun Partai Buruh selaku oposisi mengatakan tidak akan menyetujui…

Details

Geopolitik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Mulai Mendidih

Harga minyak mentah dunia masih terus menanjak akibat meningkatnya ketegangan yang terjadi di Timur Tengah. Pada perdagangan Kamis (16/5/2019) pukul 10:00 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman Juli naik hingga 0,59% ke posisi US$ 72,19/barel, setelah kemarin juga menguat 0,74%. Sementara harga minyak light sweet (WTI) yang jadi patokan pasar Amerika, untuk kontrak pengiriman Juni,…

Details

Dolar AS Perkasa, Harga Emas Terpukul

Harga emas turun dari level tertinggi satu bulan pada Selasa (Rabu pagi WIB) terpukul penguatan pasar saham dan dolar Amerika Serikat (AS) usai AS dan China sepakat melanjutkan negosiasi untuk mengakhiri perang dagang. Dilansir dari Reuters, Rabu (15/5/2019), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.295,18 per ounces, setelah menyentuh USD 1.303,26…

Details

Dolar AS Datar usai Melemah 3 Minggu dalam Pemangkasan Suku Bunga

Pasar valuta asing mengoreksi beberapa gerakan tajam pada hari Senin dalam perdagangan awal di Eropa hari Selasa, perlahan-lahan menyerap guncangan eskalasi perang perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Pada pukul 14.00 WIB, Indeks dolar AS berada di level 97,115, dengan greenback melepaskan sebagian keuntungannya terhadap euro, dan mata uang proxy risiko seperti Aussie, sembari mencabut…

Details

Wait & See, Perang Dagang Bikin Pasar Obligasi Tak Bergairah

  Masih panasnya perang dagang antara Amerika Serikat-China masih membuat pelaku pasar obligasi menunggu kondisi yang lebih kondusif lagi (wait and see) untuk mengambil keputusan investasi. “Pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas [hingga akhir hari]. Kami masih merekomendasikan wait and see hari ini,” ujar Maximilianus Nico Demus, Associate Director…

Details